MOVIE  

Film Lobang Buaya Lolos ke Program Bergengsi BIFAN 2026

Avatar photo
Lobang Buaya
Lobang Buaya

KUTIP.co – Film Lobang Buaya karya sutradara Hanung Bramantyo kembali mencatatkan prestasi di kancah perfilman internasional.

Film tersebut terpilih untuk tampil dalam ajang Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) 2026 di Korea Selatan.

Dalam perhelatan tersebut, film ini menggunakan judul internasional The Hole, 309 Days to the Bloodiest Tragedy.

Film tersebut masuk dalam program bergengsi B Extreme yang menjadi salah satu kategori paling diperhitungkan di BIFAN.

Sebelumnya, film yang juga dikenal dengan judul Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah itu telah menjalani penayangan perdana dunia.

Penayangan perdana tersebut berlangsung dalam International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2026.

IFFR dikenal sebagai salah satu festival film paling bergengsi di Eropa.

Keikutsertaan di dua festival internasional tersebut memperkuat posisi film ini di panggung perfilman dunia.

Dipuji Kurator Internasional karena Paduan Horor dan Sejarah

Pada BIFAN 2026, The Hole berhasil menembus program B Extreme yang memiliki reputasi khusus dalam menampilkan film-film berani dan penuh eksplorasi.

Program tersebut dikenal mengurasi karya-karya dengan visi kuat, ketegangan tinggi, dan pendekatan sinematik yang tidak konvensional.

Film hasil kolaborasi Adhya Pictures dan Dapur Film itu mendapat perhatian dari tim kurator internasional.

Salah satu apresiasi datang dari Programmer BIFAN, Martin Lee.

Martin Lee menilai Hanung Bramantyo berhasil menghadirkan penyutradaraan yang kuat dalam film tersebut.

“Berlatar belakang sejarah yang penuh gejolak, film ini secara cerdik memadukan serangkaian pembunuhan misterius dengan elemen horor, misteri, dan drama detektif. Lewat penyutradaraan yang matang dan penceritaan yang kuat, film ini menyajikan ketegangan genre yang mencengkeram sekaligus refleksi mendalam atas tragedi sejarah,” ujar Martin Lee.

Hanung Bramantyo menyampaikan rasa syukur atas pencapaian film terbarunya tersebut.

Ia mengaku antusias dapat membawa isu sejarah Indonesia ke panggung perfilman genre internasional.

Hanung menilai horor dan thriller dapat menjadi medium yang efektif untuk mengangkat refleksi sejarah.

“Bagi saya, genre horor dan thriller adalah ruang yang sangat jujur untuk membedah ketakutan terbesar sebuah bangsa,” ujarnya.

Hanung juga menyebut keikutsertaan film tersebut di BIFAN sebagai sebuah kehormatan besar.

“Bisa membawa film ini ke BIFAN, khususnya di program B Extreme yang terkenal berani, adalah sebuah kehormatan besar. Kami tidak sabar melihat bagaimana penonton internasional merespons kegilaan dan ketegangan yang kami tawarkan,” ucap Hanung.

The Hole mengambil latar Indonesia pada era 1960-an yang dipenuhi ketegangan politik dan sosial.

Cerita film tersebut berpusat pada serangkaian pembunuhan misterius yang terjadi setiap tanggal 30.

Setiap korban ditemukan tewas dengan lubang misterius pada tubuh mereka.

Korban juga ditemukan dengan pesan-pesan aneh yang menyertai setiap kasus.

Penyelidikan kemudian mengarah pada rahasia kelam yang berkaitan dengan propaganda dan sejarah bangsa.

Kisah dalam film ini terinspirasi dari peristiwa Gerakan 30 September.

Film tersebut dibintangi oleh Baskara Mahendra, Carissa Perusset, Iskak Khivano, dan Anya Zen sebagai pemeran utama.