KUTIP.co – Ejae mengungkap perjalanan beratnya sebelum dikenal sebagai salah satu sosok di balik kesuksesan KPop Demon Hunters.
Penyanyi dan penulis lagu itu mengaku sempat mengalami depresi setelah gagal debut sebagai idol K-Pop meski telah menghabiskan masa mudanya untuk menjalani pelatihan ketat di industri hiburan Korea Selatan.
Dalam wawancara dengan The New York Times yang dikutip Channel News Asia, Ejae mengatakan dirinya sejak kecil telah yakin akan menjadi bintang besar K-Pop.
Ia diterima di label besar Korea saat berusia 11 tahun dan menghabiskan bertahun-tahun untuk latihan vokal dan tari setiap hari.
“Saya sudah merencanakan masa depan saya dengan matang. Saya berpikir, ‘Oke, saya akan menjadi idola K-pop, superstar besar pada usia sekitar 18 tahun’,” ungkapnya.
Ejae tumbuh dengan menjadikan Beyoncé sebagai inspirasi. Ia mempelajari berbagai video latihan awal sang superstar untuk memotivasi dirinya menjalani latihan intensif hingga tujuh sampai delapan jam setiap hari.
Namun perjalanan itu tidak berjalan sesuai harapan. Meski telah menjalani pelatihan bertahun-tahun, Ejae terus menghadapi penolakan hingga akhirnya pada usia 22 tahun diberi tahu bahwa dirinya dianggap terlalu tua untuk debut di industri K-Pop.
Tekanan untuk sukses juga datang dari lingkungan keluarganya.
Ejae menyebut sang kakek merupakan tokoh besar di industri perfilman Korea yang sejak kecil menanamkan pentingnya bekerja keras demi mencapai kesuksesan.
Menurut Ejae, titik balik hidupnya muncul ketika ia mulai menulis lagu secara tidak sengaja.
Dunia penulisan lagu perlahan membantunya keluar dari masa sulit dan menemukan kembali rasa percaya dirinya.
Kini Ejae dikenal sebagai penulis lagu untuk sejumlah grup K-Pop populer seperti Red Velvet, aespa, TWICE, dan LE SSERAFIM.
Kariernya semakin bersinar setelah dipercaya membawakan lagu Golden dari film “KPop Demon Hunters” yang memenangkan Oscar. Selain menyanyikan soundtrack, Ejae juga menjadi pengisi suara karakter Rumi dalam film tersebut.
Ia mengaku pengalaman membawakan lagu itu di ajang Brit Awards membantunya mengatasi rasa gugup di atas panggung.
“Saya bernyanyi dengan sangat baik hari itu. Dukungan dari para penggemar adalah alasan mengapa saya merasa percaya diri dengan suara nyanyian saya,” kata Ejae. ***












