KUTIP.co — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada Jumat (1/5) tidak hanya diwarnai aksi massa dan tuntutan kesejahteraan pekerja.
Tetapi juga seruan peningkatan kesadaran kelas melalui literasi dan doodle oleh Google.
Melalui unggahan di media sosial Facebook, Partai Buruh mengaitkan momentum May Day dengan semangat Hari Buku Sedunia.
Dalam pernyataannya, Partai Buruh menegaskan bahwa membaca bukan sekadar aktivitas intelektual, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif di kalangan pekerja.
“Hari Buku Sedunia bukan cuma soal merayakan membaca, tapi juga merawat kesadaran,” tulis Partai Buruh dalam unggahan tersebut.
Partai Buruh juga merekomendasikan lima buku yang dinilai relevan bagi kelas pekerja sebagai bahan refleksi.
Buku-buku tersebut antara lain Menolak Tunduk yang merekam suara perlawanan buruh dari dalam gerakan, Down and Out in Paris and London yang mengkritik anggapan bahwa kerja keras selalu cukup untuk bertahan hidup, serta Penuntun Kaum Buruh karya Semaun yang menekankan pentingnya solidaritas.
Selain itu, disoroti pula Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer yang menggambarkan eksploitasi terhadap perempuan, dan Feminisme untuk 99% yang mengaitkan isu gender dengan persoalan upah dan ketimpangan ekonomi.
Menurut Partai Buruh, membaca dapat menjadi langkah awal untuk memahami realitas sosial yang dihadapi pekerja.
“Memahami kenyataan adalah awal dari perubahan,” lanjut pernyataan tersebut.
Sementara itu, peringatan Hari Buruh tahun ini juga mendapat perhatian dari perusahaan teknologi Google.
Doodle khusus di halaman pencariannya sebagai bentuk penghormatan terhadap kontribusi pekerja di seluruh dunia.
May Day sendiri diperingati setiap 1 Mei sebagai simbol perjuangan buruh untuk hak-hak kerja yang lebih adil, termasuk upah layak, kondisi kerja yang aman, serta jaminan sosial.
Sementara Hari Buruh di Sulawesi Selatan akan merangkul kelompok di berbagai daerah untuk unjuk rasa di Kota Makassar. ***












