News  

Petakan Kerawanan Coklit, Bawaslu Bulukumba Sarankan KPU Maksimalkan Bimtek Pantarlih

Bawaslu Bulukumba petakan kerawanan coklit. (Ist)

BULUKUMBA, KUTIP.co Jelang pelaksanaan tahapan pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih Pilkada 2024, Bawaslu Bulukumba mulai petakan kerawanan dan susun strategi pengawasan.

Selain itu, Bawaslu Bulukumba juga menyarakan KPU untuk memaksimalkan bimbingan teknis (Bimtek) ke Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih).

Ketua Bawaslu Bulukumba, Bakri Abubakar, mengaku pihaknya sudah mulai mengantisipasi kerawanan yang akan terjadi saat tahapan coklit yang akan digelar mulai 24 Juni sampai 25 Juli 2024.

Bakri menerangkan, salah satu kerawanan yang diantisipasi oleh Bawaslu yakni Pantarlih melakukan coklit tidak sesuai prosedur dengan tidak mendatangi satu per satu ke rumah-rumah.

Baca Juga:   Pastikan Siap Melahirkan Anak yang Sehat Tanpa Stunting, Calon Pengantin Bakal Didampingi selama Tiga Bulan Sebelum Menikah

“Kami sudah mulai memetakan kerawanan coklit. Kerawanan coklit seperti coklit yang tidak dilakukan door to door,” kata Bakri saat memberikan arahan di hadapan ketua dan anggota Panwascam pada rapat evaluasi pengawasan di Kantor Bawaslu Bulukumba, Kamis (20/6/2024).

Selain itu, kerawanan yang kemungkinan terjadi yakni adanya pantarlih yang menjalankan tugas tidak sesuai dengan hasil Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bulukumba.

Dalam pelaksanaan coklit, Bawaslu Bulukumba meminta Panwascam dan Jajaran untuk turut mengantisipasi sistem kerja Pantarlih yang dimungkinkan tidak sesuai prosedural.

Baca Juga:   Ditarget Akhir Tahun, Film Karya Anak Sulsel Berjudul "Keluar Main 1994" Akan Ditayangkan

Di tempat yang sama, Anggota Bawaslu Bulukumba Wawan Kurniawan menjelaskan sebelum Pantarlih bekerja, harus dipastikan yang nantinya dinyatakan lolos dan di-SK-kan benar sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Untuk itu, Wawan menyarankan PPS melalui KPU agar selektif merekrut petugas pantarlih. Bahkan, katanya, bimtek harus dimaksimalkan, termasuk pemberian materi soal etika, dan prosedur coklit untuk mengantisipasi kesalahan input data maupun hal lain yang tidak diinginkan.

Ia juga meminta Panwascam harus maksimal berkoordinasi dengan penyelenggara teknis, begitupun jajaran di bawah. Pengawasan harus dilakukan sesuai ketentuan.

Baca Juga:   Pemkab Bulukumba Raih WTP Tiga Kali Berturut-turut di Era Andi Utta-Edy Manaf

“Kita memang sering melakukan pencegahan dalam bentuk imbauan. Kalau imbauan sudah kita lakukan, dan masih ditemukan adanya dugaan pelanggaran di lapangan, tentu akan diberikan saran perbaikan, dan kalau saran perbaikan tidak ditindaklanjuti maka tentu akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” tegas Wawan.