Bisnis  

Proyek Kripto Serius, Sidra Bank Junjung Aturan FATF dan Transparansi

Proyek kripto Sidra Bank

Jakarta, Kutip,co – Sebagai bukti keseriusan dalam membangun dan mengembangkan proyek kripto, Sida Bank mematuhi FATF.

Sebagai mata uang digital islami, Sidra juga menjungjung tinggi transparansi kepada penggunanya.

Sidra bukan hanya produk keuangan tetapi mata uang digital terdesentralisasi yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip keuangan Islam.

Sidra adalah proyek yang sah yang beroperasi sebagai mata uang digital terdesentralisasi.

“Kami ingin menekankan bahwa Sidra bukan scam. Komitmen kami pada transparansi dan kepatuhan melibatkan pematuhan terhadap semua hukum dan regulasi yang relevan, termasuk yang ditetapkan oleh Financial Action Task Force (FATF),” tulisnya dilaman resminya.

Baca Juga:   Ide Komunitas Sidra Bank, Ada Nakowa Islamic School

Menurut info itu, proyek Sidra didukung oleh tim profesional berpengalaman yang berdedikasi untuk memastikan kesuksesannya.

Sidra beroperasi sesuai dengan ketatnya regulasi FATF.

“Kami memahami pentingnya kepatuhan regulasi, termasuk dalam hal menerapkan prosedur Know Your Customer (KYC) dan Anti-Money Laundering (AML) yang ketat untuk memastikan legitimasi transaksi di platform,” paparnya lagi.

Sidra saat ini menjadi mata uang digital yang fenomenal karena visi dalam keuangan islami.

Meski demikian, pengguna Sidra bukan hanya dari kaum Islam, tetapi tak sedikit dari luar Islam. ***

Baca Juga:   Sidra Bank Segera Open Mainnet, Pi Network Tak Mau Kalah Siapkan Ini