MUSIC  

Hitsujibungaku Ungkap Perjalanan Karier di Billboard Japan

Avatar photo
Hitsujibungaku. Foto Billboard
Hitsujibungaku. Foto Billboard

KUTIP.co – Grup musik Jepang Hitsujibungaku berbagi cerita mengenai perjalanan karier, karya terbaru, dan perubahan cara pandang mereka dalam wawancara seri Women in Music yang digelar Billboard Japan menjelang konser Women in Music – EQUAL STAGE pada 9 Juni mendatang.

Dalam wawancara tersebut, vokalis Moeka Shiotsuka dan basis Yurika Kasai membahas lagu terbaru mereka berjudul Dogs yang menjadi lagu tema serial Netflix Sins of Kujo. Shiotsuka mengungkapkan bahwa nuansa keras dalam lagu tersebut sebenarnya sudah lama menjadi bagian dari identitas musik mereka.

“Nuansa kasar dalam Dogs sebenarnya selalu ada dalam diri kami, hanya saja sudah lama tidak memiliki kesempatan untuk mengekspresikannya,” ujar Shiotsuka.

Ia menambahkan bahwa lagu tersebut terasa sangat sesuai dengan kondisi Hitsujibungaku saat ini. Menurutnya, menampilkan sisi gelap dalam karya justru membuat sisi positif mereka semakin hidup.

Kasai juga merasakan hal serupa. “Saat memainkan musik seperti ini, saya merasa kami bisa tampil sebagai diri kami yang paling apa adanya,” katanya.

Bahas Gaya Hidup

Selain membahas musik, keduanya juga menyinggung perubahan gaya hidup dan cara berpikir yang mereka alami dalam tiga tahun terakhir.

Shiotsuka mengaku kini lebih santai dalam menghadapi berbagai kesempatan dan tidak lagi merasa harus membuktikan sesuatu setiap saat.

“Rasa terdesak yang dulu saya rasakan sudah berkurang dalam arti yang baik. Sekarang saya lebih bisa menikmati setiap momen yang datang,” ujarnya.

Sementara itu, Kasai mengatakan dirinya kini lebih fokus menikmati proses belajar ketika menghadapi pengalaman baru. “Daripada gugup, saya sekarang lebih sering mengamati dan memahami bagaimana sebuah pengalaman baru berjalan,” katanya.

Mengenai isu kesetaraan gender di industri musik, Shiotsuka mengaku pandangannya telah berubah. Jika dulu sering memikirkannya, kini ia memilih fokus berkarya dan tampil sebaik mungkin tanpa memandang gender.

“Saya merasa jalan terbaik adalah terus membuat musik dan tampil setiap hari, menjadi sosok yang dianggap keren tanpa melihat gender,” ujarnya.

Hitsujibungaku juga mengaku mendapat banyak pengalaman baru melalui tur internasional mereka. Shiotsuka menilai tampil di luar Jepang memberikan ruang ekspresi yang lebih luas.

“Ada perasaan bahwa kami diterima sebagai manusia, bukan hanya berdasarkan penampilan atau citra tertentu,” katanya.

Menjelang tampil bersama ATARASHII GAKKO!, Awich, dan LANA di ajang Women in Music – EQUAL STAGE, Shiotsuka berharap semakin banyak perempuan yang berani membentuk band.

“Band yang beranggotakan perempuan masih cukup jarang. Padahal ada begitu banyak kebahagiaan yang bisa didapat dari pengalaman itu,” ujarnya.

Kasai menambahkan bahwa bermain dalam sebuah band menghadirkan pengalaman musikal yang tidak tergantikan. “Saat menyatu dengan rekan satu band, muncul reaksi yang membuat kita menemukan suara-suara yang sebelumnya tidak pernah kita bayangkan,” katanya. ***