News  

Hingga 2022, Ada 103 Penderita Kusta yang terdata di Dinkes Bulukumba

Suasana Dialog Permata Bulukumba di Cafe Zebatiq Bulukumba. (Dok Kutip)

BULUKUMBA, KUTIP.co -Kabupaten Bulukumba yang terletak di bagian selatan Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia bagian timur ini akrab dikenal dengan julukan Butta Panrita Lopi.

Dikabupaten ini juga, potensi wisata sangat memadai, sebab potensinya bisa disebut lengkap, karena ada wisata bahari (pantai) dan ada juga wisata alam (pegunungan).

Meski begitu, di Kabupaten Bulukumba ini juga ada beberapa persoalan masyarakat yang masih sementara dalam penanganan pemerintah Bulukumba.

Salahsatunya adalah persoalan penyakit Kusta atau lepra, Kusta atau Lepra ini adalah penyakit infeksi bakteri kronis yang menyerang jaringan kulit, saraf tepi, serta saluran pernapasan. Kusta atau Lepra dikenal juga dengan nama penyakit Hansen atau Morbus Hansen.

Kusta atau lepra dapat ditandai dengan rasa lemah atau mati rasa di tungkai dan kaki, kemudian diikuti timbulnya lesi pada kulit. Kusta atau lepra disebabkan oleh infeksi bakteri yang dapat menyebar melalui percikan ludah atau dahak yang keluar saat batuk atau bersin.

Baca Juga:   What Can You Do To Save Your Men From Destruction By Social Media?

Meski dapat menular, namun sebagai kerabat, keluarga atau apanya saja penderita, kita tidak boleh minder kepada mereka.

Hal tersebut diungkapkan oleh kepala Bidang Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Dinas Kesehatan Bulukumba, Hj. Kasmarinda.

Menurutnya, Stigma buruk tentang kusta harus dihilangkan, sebab kusta kata dia, bukanlah sebuah penyakit yang harus dihindari, melainkan harus diobati.

“Mari kita saling membahu untuk memerangi penyakit kusta ini, bukan hanya kami nakes saja yang punya peran, tapi semua orang bisa berperan untuk penanganan kusta ini”, ucap Hj. Kasmarinda saat mengisi materi di Dialog Publik yang bertemakan “Hapus Stigma dan Diskriminasi Kusta”. Jumat malam 28, Januari 2022 di Cafe Zebatiq Bulukumba.

Baca Juga:   ini Tujuan Dinkes Bulukumba Kumpulkan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat di Cafe Wow

Dia berharap, jika ada indikasi kasus yang ditemukan dimasyarakat, maka harus segera disampaikan agar dapat dilakukan pemeriksaan terhadap tenaga kesehatan di Pelayanan Kesehatan terdekat.

“Kusta ini bukanlah penyakit yang memiliki stigma buruk, tapi kusta adalah penyakit yang dapat disembuhkan, makanya harus segera ditangani oleh petugas kesehatan”, ucap dia menambahkan.

Dikatakan mantan pejabat di RSUD Andi Sulthan Daeng Radja itu, bahwa di Bulukumba sendiri, yang terdata kata dia, saat ini ada 103 kasus penderita kusta dan sedang dilakukan perawatan dan pemantauan oleh tenaga kesehatan di masing-masing wilayah kerja Puskesmas.

Baca Juga:   Polres Bulukumba Angkat Bicara Soal Dugaan Tahanan Sel Polsek Gunakan Handphone

Berikut jumlah kasus penderita kusta di Bulukumba sesuai dengan data setiap Puskesmas yang ada di 10 Kecamatan.

1. Puskesmas Caile 13
2. Puskesmas Ponre 6
3. Puskesmas Ujung Loe 2
4. Puskesmas Gattareng 3
5. Puskesmas Manyampa 2
6. Puskesmas Bonto Bahari 9
7. Puskesmas Bonto Tiro 4
8. Puskesmas Batang 1
9. Puskesmas Karassing 2
10. Puskesmas Herlang 0
11. Puskesmas Kajang 6
12. Puskesmas Lembanna 11
13. Puskesmas Tanete 9
14. Puskesmas Bonto Bangun 10
15. Puskesmas Balibo 1
16. Puskesmas Borong Rappoa 4
17. Puskesmas Tanah Towa 7
18. Puskesmas Salassae 3
19. Puskesmas Palangisang 4
20. Puskesmas Bontonyeleng 4.