News  

Program USAID Perkuat Peran Klinik Swasta untuk Menekan Angka Kematian Ibu Melahirkan

Foto bersama dengan Sekda Bulukumba dan Kadinkes bersama dengan pihak USAID di ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba. (Foto Ist)

BULUKUMBA, KUTIP.co -Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat, USAID kembali melaksanakan program di Kabupaten Bulukumba yang diberi nama MOMENTUM Private Healthcare Delivery (MPHD).

Proyek MPHD ini bertujuan untuk memperluas akses, penggunaan layanan berbasis data, dan penggunaan informasi terkait dengan kualitas layanan
Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir (KIBBL) di sektor swasta dalam rangka meningkatnya akses
pelayanan kesehatan ibu dan bayi di Fasyankes Swasta seperti klinik dan Tempat Praktek Mandiri Bidan (TPMB).

Project Manager MPHD, Dr. Salwa Mochtar menyampaikan program MPHD dilaksanakan selama 5 tahun di wilayah kerja 5 provinsi, yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Timur, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan. Sementara kabupaten kota di Sulawesi Selatan meliputi Bulukumba, Gowa, Makassar, dan Toraja Utara.

Baca Juga:   Ini Makna Logo dan Tema HUT ke 63 Kabupaten Bulukumba

“Program ini untuk memperkuat kebijakan, komitmen pemerintah dan peran pemangku kepetingan terhadap kualitas layanan untuk keteribatan sektor swasta,” ungkapnya pada Pertemuan Lintas Sektor dan sosialisasi program di Ruang Pola Kantor Bupati, Kamis 16 Desember 2021.

Secara khusus, tujuan dari pertemuan lintas sektor tersebut diharapkan ada kesepakatan tindak lanjut kerjasama USAID-MPHD dengan Kabupaten Bulukumba, secara
khusus kesepakatan fasyankes swasta yang terpilih untuk dintervensi oleh MPHD Sulsel dalam rangka menurunkan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Muh Ali Saleng yang membuka kegiatan pertemuan mengemukakan, bahwa berbicara tentang persalinan aman bagi ibu melahirkan, maka kita berbicara tentang kemanusiaan dan keberlanjutan kehidupan manusia, serta mempersiapkan generasi pelanjut harapan masa depan.

Baca Juga:   Anggota DPRD Bulukumba Andi Erlina Sosper di Bulukumpa

Menurutnya, persalinan aman sangat penting, oleh karena salah satu indikator dalam pencapaian peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah Angka Harapan Hidup (AHH) Saat Lahir.

“Angka Harapan Hidup diharapkan menjadi salah satu indikator kunci dalam peningkatan IPM Kabupaten Bulukumba yang masih 68,99 persen,” ungkapnya.

Angka tersebut diharapkan dapat meningkat menjadi minimal 72,17 persen pada akhir periode pemerintahan ini sebagaimana yang menjadi target dalam dokumen RPJMD.

Persalinan juga sangat erat kaitannya kegiatan pelayanan kesehatan yang diberikan, baik oleh fasilitas kesehatan milik Pemerintah Daerah maupun fasilitas layanan kesehatan swasta yang ada di Kabupaten Bulukumba

Baca Juga:   ASW Deklarasi Baristan di Matekko Bulukumba Sul-Sel

“Pelayanan yang baik dan profesional tentu akan mengurangi resiko yang dapat saja mengancam keselamatan ibu dan bayi,” tambahnya.

Ali Saleng berharap dengan dukungan program USAID-MPHD ini dapat mendorong terciptanya sistem pelayanan yang menjadi pedoman bagi para penyelenggara pelayanan serta menjadi kontrol bagi publik dalam mengadvokasi dan mengawasi pelaksanaan pelayanan persalinan di Kabupaten Bulukumba.