MOVIE  

Sinopsis Baby Udon, Kisah Nyata Fanny dan Hajime Kondoh

Avatar photo
Film Baby Udon karya Fajar Bustomi yang tayang 3 September 2026, diangkat dari kisah nyata Fanny dan Hajime Kondoh
Baby Udon tayang di bioskop Indonesia mulai 3 September 2026.

KUTIP.co – Film drama Baby Udon mulai tayang di bioskop Indonesia pada Kamis, 3 September 2026, menjadi salah satu dari 14 film Indonesia yang mengisi layar bioskop sepanjang September.

Film ini disutradarai Fajar Bustomi dengan naskah yang ditulis Oka Aurora.

Baby Udon diangkat dari kisah nyata pasangan Fanny Kondoh dan mendiang Hajime Kondoh.

Hajime Kondoh semasa hidup dikenal sebagai CEO Marugame Udon Indonesia.

Rumah produksi mengangkat perjalanan hidup pasangan tersebut apa adanya, termasuk bagian yang paling berat.

Baby Udon tayang bersamaan dengan tiga film Indonesia lain pada 3 September, yakni Autopsy: Dead Body Can Talk, Munafik: Melawan Iblis, dan Bapakmu Kiper.

Berawal dari Semarang pada 2015

Cerita dibuka di Kota Semarang pada 2015.

Fanny yang diperankan Caitlin Halderman bekerja sebagai staf di gerai Marugame Udon.

Di tempat itu ia bertemu Hajime Kondoh, pria Jepang yang diperankan Denny Sumargo.

Pertemuan keduanya berkembang menjadi hubungan yang berujung pada pernikahan.

Setelah menikah, Fanny dan Hajime membangun kehidupan rumah tangga dengan segala suka dan dukanya.

Ujian Datang Bertubi-tubi

Keinginan pasangan tersebut untuk memiliki anak tidak berjalan mudah.

Berbagai upaya mereka tempuh, tetapi satu demi satu ujian justru datang menghampiri.

Cobaan terberat muncul ketika Hajime dinyatakan mengidap kanker.

Diagnosis tersebut menguji ketahanan hubungan yang telah mereka bangun bersama.

Film ini juga menyoroti perbedaan budaya Indonesia dan Jepang yang mewarnai perjalanan rumah tangga keduanya.

Durasi dan Jajaran Pemeran

Selain Caitlin Halderman dan Denny Sumargo, film ini turut dibintangi Vonny Anggraini, Naufal Samudra, dan Ayya Renita.

Baby Udon memiliki durasi 1 jam 55 menit dengan klasifikasi usia 13 tahun ke atas.

Genre yang diusung merupakan perpaduan drama dan romansa.

Klasifikasi 13 tahun ke atas diberikan mengingat film ini menyentuh tema penyakit berat dan kehilangan.

Kisah keluarga dengan bobot emosional serupa sebelumnya juga diangkat film Jangan Buang Ibu yang lebih dulu tayang tahun ini.