KUTIP.co – Gagasan menghadirkan Pesta Timuran Jaksel berawal dari serangkaian diskusi antara para pegiat seni dan budaya yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan kultur Indonesia Timur di Jakarta.
Program Director Pesta Timuran Jaksel, Robby Neo, mengatakan kolaborasi antara NADI Creative dan Antara Suara lahir dari pertemuan dan obrolan panjang yang berlangsung di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Menurutnya, para pihak yang terlibat memiliki latar belakang yang sama dalam memperjuangkan seni, musik, dan tarian khas Indonesia Timur agar lebih dikenal oleh masyarakat luas.
Kesamaan visi tersebut kemudian berkembang menjadi sebuah gerakan budaya yang bertujuan menghadirkan ruang apresiasi bagi karya-karya kreatif dari wilayah timur Indonesia.
Dorong Regenerasi dan Penerimaan Budaya Timur di Industri Kreatif
Robby menjelaskan salah satu misi utama yang ingin diwujudkan melalui Pesta Timuran adalah menciptakan regenerasi pelaku seni sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya Timur di tengah perkembangan industri hiburan nasional.
Berbagai diskusi yang dilakukan selama proses perencanaan difokuskan pada upaya mencari cara agar musik dan tarian khas Timur dapat diterima lebih luas oleh masyarakat serta memiliki tempat yang kuat di industri kreatif.
Menurutnya, perjalanan tersebut tidak berlangsung singkat karena membutuhkan kesabaran, konsistensi, serta keterlibatan banyak pihak yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya.
Dari proses yang panjang itu, lahir berbagai konsep pertunjukan kolaboratif, termasuk format tarian kelompok yang kini menjadi salah satu identitas dalam kegiatan yang mereka selenggarakan.
Robby menambahkan bahwa kebiasaan berkumpul bersama musisi, penyanyi, DJ, dan pelaku seni asal Indonesia Timur juga berperan besar dalam membentuk karakter komunitas yang kemudian berkembang menjadi Timuran Jaksel.
Interaksi yang terjalin secara organik tersebut akhirnya melahirkan suasana kebersamaan yang kini menjadi ciri khas Pesta Timuran.
Pesta Timuran Jaksel dijadwalkan berlangsung pada 4 Juli 2026 di CIBIS Park sebagai festival musik dan budaya Indonesia Timur yang menghadirkan berbagai pertunjukan lintas genre dan generasi.
Festival ini akan menampilkan sejumlah special show seperti Dendang Minang Timuran, Timur Jazz Rock, Suara Timur, Pesta Timuran, Lagu Timur Session, hingga Bagoyang yang masing-masing dirancang secara khusus untuk memadukan unsur musik, budaya, dan kreativitas.
Berawal dari komunitas Timuran Jaksel dan gerakan Suara Tana Timur yang berkembang di berbagai kota, festival tersebut kini menjadi wadah pertemuan para musisi, seniman, komunitas, serta penikmat budaya dalam merayakan keberagaman dan kekayaan budaya Indonesia Timur.












