KUTIP.co – Deretan sineas Indonesia kembali membawa karya mereka ke panggung perfilman dunia lewat partisipasi dalam Festival Film Cannes 2026.
Tahun ini, sejumlah film pendek asal Indonesia ikut diperkenalkan dalam berbagai program festival bergengsi tersebut.
Keterlibatan para pembuat film dari Malaysia, Myanmar, Filipina, dan Singapura dalam beberapa proyek juga memperlihatkan semakin eratnya kolaborasi perfilman Asia Tenggara di level internasional.
Salah satu karya yang tampil ialah Mothers Are Mothering hasil garapan Li Shuen Lam bersama Khozy Rizal. Film ini mengisahkan seorang perempuan yang mencoba bertahan dalam rumah tangga penuh kekerasan sebelum kembali bertemu sosok dari masa lalunya.
Pertemuan tersebut perlahan membuka kembali luka lama sekaligus menghadirkan dilema emosional tentang hubungan, rasa takut, dan upaya mencari kebebasan hidup.
Reza Rahadian Bawa Karya Baru ke Cannes
Nama Reza Rahadian juga masuk dalam daftar sineas Indonesia yang tampil di Cannes lewat film pendek Annisa.
Film tersebut berkisah tentang seorang perempuan penyandang disabilitas yang menjalani hidup dengan berbagai keterbatasan sosial di lingkungan sekitarnya. Meski sering dipandang sebelah mata, Annisa tetap berusaha mempertahankan mimpi dan harapan pribadinya.
Selain itu, film Original Wound karya Shelby Kho dan Sein Lyan Tun menghadirkan cerita tentang hubungan keluarga yang dipenuhi trauma masa lalu.
Dibintangi Omara Esteghlal dan Agnes Naomi, film ini menampilkan kisah dua saudara yang kembali dipersatukan setelah kematian ibu mereka.
Hubungan keduanya dipenuhi kenangan tentang luka batin, kasih sayang, dan pengalaman masa kecil yang membekas hingga dewasa.
Holy Crowd Hadirkan Cerita Mistis
Sementara itu, film Holy Crowd besutan Reza Fahriyansyah dan Ananth Subramaniam tampil dengan cerita bernuansa misteri.
Dalam film tersebut, Prilly Latuconsina memerankan Ratna, seorang perempuan yang kembali hidup setelah dinyatakan meninggal dunia.
Peristiwa itu membuat warga sekitar percaya Ratna memiliki kemampuan menyembuhkan penyakit. Kepercayaan tersebut kemudian memicu kedatangan banyak orang yang berharap memperoleh pertolongan darinya.






