News  

Pendemo Kasus Pencabulan Bentangkan Spanduk Percuma Lapor Polisi di Bulukumba

Peserta Demonstran di depan Polres Bulukumba. Foto/Kutip

BULUKUMBA, KUTIP.co- Aksi Demonstrasi yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Bulukumba (AMB) disertai dengan pembakaran Ban Mobil bekas di depan pintu masuk Polres Bulukumba. Selasa, 23 Nopember 2021.

Selain pembakaran Ban mobil, beberapa tulisan juga nampak dipertontonkan oleh puluhan mahasiswa AMB itu.

Salah satu diantaranya adalah tulisan, ” cukup anak-anak yang bermain, penegak hukum jangan” bahkan dibawahnya juga ada tagar #Percuma_Lapor_Polisi.

Diketahui, Demonstrasi tersebut dilakukan oleh AMB itu, gegara pihaknya menganggap banyak fenomena kekerasan seksual yang marak di Bulukumba namun tidak ditangani serius oleh Polres Bulukumba.

Baca Juga:   SK PNS Jadi "Kado" HUT ke-78 RI di Bulukumba

Tahlil salah satu diantara peserta aksi mengatakan dalam orasinya, dia menyebut bahwa Kanit PPA masih tidur.

” Kanit PPA masih tidur, pelaku pencabulan masih berkeliaran diluar ” ucap Tahlil dalam orasinya.

Sementara itu, Kurnia yang merupakan Koordinator Lapangan (Korlap) AMB mengaku, bahwa pihaknya akan kembali turun gelar aksi lanjutan jika dalam waktu satu bulan belum ada kejelasan dari kepolisian Bulukumba terkait apa yang menjadi tuntutannya.

” Kami akan kawal terus kasus ini, jika dalam waktu satu bulan belum ada kejelasan dari kepolisian. Maka kami akan kembali lakukan aksi lanjutan” ungkap Kurnia saat ditemui dilokasi aksi.

Baca Juga:   Polisi di Bulukumba Kembali Obok-obok Judi Sabung Ayam di Bontoraja Kecamatan Gantarang

Sementara itu, Kanit PPA Polres Bulukumba. Aipda Subhan Suryadi yang menemui massa demonstran, dia mengaku bahwa dirinya baru 4 bulan menjabat sebagai Kanit PPA di Polres Bulukumba.

Dihadapan massa Demonstran, dia juga mengatakan bahwa semua kasus tetap di support oleh pihaknya.

” Terkait beberapa kasus yang sampai saat ini belum selesai, dirinya mengatakan bahwa semua butuh proses “, ucap Aipda Subhan Suryadi

Dilanjutkannya, Aipda Subhan juga mengaku bahwa pihaknya memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam menangani kasus.

” Jadi itu tidak semerta-merta bahwa si A melakukan kemudian langsung kita tuduh, saya Lillahi taala bersumpah kalau saya Profesional”, tegasnya.

Baca Juga:   Program Rewako Ekspor, 2 UMKM Bulukumba Dirilik Investor Asing