MUSIC  

Raisa Ungkap Kerinduan pada Mendiang Ibu di Konser Love and Let Go

Avatar photo
Foto Raisa @raisa6690 (IG)
Foto Raisa @raisa6690 (IG)

KUTIP.co – Musisi Raisa menggelar konser solo hari kedua bertajuk Love and Let Go di Jakarta International Convention Center (JICC), Minggu, 7 Juni 2026. Pertunjukan tersebut menjadi momen yang sangat emosional bagi Raisa karena untuk pertama kalinya ia tampil tanpa kehadiran sang ibu tercinta.

Di hadapan ribuan penonton, Raisa mengungkapkan kerinduan yang mendalam kepada mendiang ibunya. Ia mengaku sangat merasakan kehilangan sosok yang selama ini selalu memberikan doa dan dukungan dalam setiap penampilannya.

“Ketidakhadiran Ibu malam hari ini tuh bener-bener terasa nyaring banget buat aku,” ujar Raisa dari atas panggung.

Penyanyi tersebut mengatakan bahwa tampil tanpa doa sang ibu menjadi pengalaman yang sangat berat baginya.

“Her absence feels so loud for me, kerasa banget manggung tanpa doanya Ibu tuh,” lanjutnya.

Meski masih diselimuti rasa kehilangan, Raisa bersyukur karena sang ayah tetap hadir dan memberikan dukungan penuh selama konser berlangsung. Dukungan tersebut menjadi salah satu sumber kekuatan yang membantunya menyelesaikan pertunjukan.

Raisa Tuangkan Perjalanan Duka ke Dalam Lagu Baru

Dalam kesempatan itu, Raisa juga mengungkapkan bahwa kepergian ibunya meninggalkan penyesalan yang cukup mendalam. Ia merasa belum memanfaatkan waktu bersama sang ibu sebaik mungkin ketika masih hidup.

Raisa mengaku menyesal karena tidak lebih sering menghabiskan waktu untuk berbincang santai dengan ibunya. Ia juga merasa kehilangan kesempatan untuk mendengar lebih banyak kisah masa muda serta mempelajari resep-resep masakan andalan sang ibu.

Menurutnya, berbagai penyesalan tersebut baru benar-benar muncul setelah ia mengalami kehilangan orang yang sangat dicintainya.

“Ternyata pas aku mengalaminya, ketika kehilangan belahan jiwaku, baru semua penyesalan-penyesalan itu datang,” kata Raisa.

Raisa juga mengisahkan proses panjang yang dilaluinya dalam menghadapi duka. Sebelum sampai pada tahap menerima kenyataan, ia sempat berada dalam fase penolakan dan berusaha menghindari kesedihan.

Namun seiring waktu, ia menyadari bahwa menghindari rasa kehilangan bukanlah jalan keluar. Hingga akhirnya, ia memberanikan diri untuk menghadapi dan menerima duka yang dirasakannya.

“Sampai akhirnya aku bener-bener bisa memandang duka di depan mataku. Aku bisa menghadapi duka itu,” tuturnya.

Pengalaman emosional tersebut kemudian dituangkan ke dalam sebuah lagu berjudul Kuharap Duka Ini Selamanya. Karya tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus cara Raisa memaknai kehilangan sang ibu.

“Walaupun judulnya serem banget ya, tapi ternyata enggak juga, kok, aku mempersilakan duka ini ada,” ujar Raisa.