KUTIP.co – Gelaran myBCA International Java Jazz Festival 2026 ditutup dengan antusiasme tinggi dari para pecinta musik. Ribuan pengunjung memadati kawasan Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, pada Minggu (31/5/2026), untuk menyaksikan deretan musisi yang tampil pada hari terakhir festival.
Sejak sore hari, area festival dipenuhi penonton yang ingin menikmati berbagai pertunjukan dari musisi nasional maupun internasional.
Suasana semakin semarak menjelang malam ketika sejumlah penampil utama mulai naik ke atas panggung.
Slank Jadi Salah Satu Penampil Paling Dinanti
Di antara banyak nama yang tampil, grup musik Slank menjadi salah satu magnet utama pada penutupan Java Jazz Festival 2026. Band yang telah puluhan tahun mewarnai industri musik Indonesia itu berhasil menarik perhatian ribuan penggemar yang memadati area konser.
Kehadiran Slank menambah kemeriahan malam penutupan sekaligus menjadi salah satu momen yang paling dinantikan sepanjang rangkaian festival tahun ini.
Selain Slank, penyanyi dan penulis lagu asal Kanada, Daniel Caesar, juga menjadi sorotan utama. Musisi peraih berbagai penghargaan internasional tersebut tampil dalam sesi special show yang menutup rangkaian Java Jazz Festival 2026.
Penampilan Daniel Caesar menghadirkan nuansa R&B yang khas dan menjadi salah satu sajian internasional yang paling ditunggu oleh pengunjung festival.
Hari terakhir Java Jazz Festival juga menghadirkan sejumlah musisi papan atas Indonesia dari berbagai genre dan generasi.
Nama-nama seperti Adikara, Ardhito Pramono, Maliq & D’Essentials, Yura Yunita, Yuni Shara, hingga Siti Badriah turut menghibur para pengunjung yang datang sejak sore hari.
Keberagaman penampil tersebut menjadi salah satu daya tarik utama Java Jazz Festival yang selama ini dikenal mampu mempertemukan berbagai warna musik dalam satu perhelatan.
Penampil Internasional Tambah Warna Festival
Selain Daniel Caesar, sejumlah musisi mancanegara juga turut meramaikan hari penutupan. Grup asal Jepang NIKO NIKO TAN TAN menjadi salah satu penampil internasional yang menarik perhatian penonton.
Festival juga menghadirkan Mike Del Ferro, Robot Swing, Close Counters, dan Camerata Florianopolis yang menampilkan karakter musik berbeda di berbagai panggung yang tersedia.
Kehadiran musisi dari berbagai negara memperkuat identitas Java Jazz Festival sebagai ajang musik internasional yang tidak hanya menghadirkan jazz, tetapi juga beragam genre lain yang berkembang di dunia.
Tahun ini menjadi penyelenggaraan ke-21 Java Jazz Festival sejak pertama kali digelar. Selama lebih dari dua dekade, festival tersebut konsisten menghadirkan perpaduan musisi lintas generasi, lintas genre, dan lintas negara.
Melalui konsep tersebut, Java Jazz Festival terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu festival musik terbesar di Asia sekaligus menjadi ruang pertemuan bagi musisi dan penikmat musik dari berbagai belahan dunia.












