KUTIP.co – Penyanyi asal Amerika Serikat, Lisa Simone, menghadirkan pertunjukan penuh makna dalam gelaran myBCA International Java Jazz Festival 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, Banten, Sabtu malam.
Tampil bersama kelompok musik Harbourside Jazz asal Australia, Lisa mempersembahkan sejumlah lagu yang pernah dipopulerkan ibunya, legenda musik dunia Nina Simone.
Penampilan tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap warisan musikal yang telah menginspirasi banyak generasi.
Saat membuka pertunjukan, Lisa menyapa penonton dengan hangat dan mengajak mereka menikmati malam yang dipenuhi musik serta cerita personal di balik lagu-lagu yang dibawakannya.
“Halo Java Jazz, apakah kalian siap bersenang-senang malam ini?” kata Lisa Simone dari atas panggung.
Hadirkan Lagu-Lagu Ikonik Nina Simone
Dalam penampilannya, Lisa membawakan sejumlah karya yang identik dengan Nina Simone, termasuk “I’m Gonna Leave You”, “My Baby Just Cares For Me”, dan “Do I Move You?”.
Setiap lagu tidak hanya disajikan sebagai pertunjukan musik, tetapi juga disertai kisah yang memiliki hubungan dekat dengan kehidupan pribadinya.
Salah satu cerita yang dibagikan Lisa berkaitan dengan putrinya, ReAnna Simone. Ia mengenang momen ketika sang putri masih berusia 10 tahun dan diminta memilih lagu yang ingin dinyanyikan saat tampil bersamanya.
Pada saat itu, ReAnna memilih lagu “Do I Move You?”, sebuah kenangan yang hingga kini masih membekas dalam ingatan Lisa.
“Kenangan kecil itu selalu membuat saya tertawa setiap kali mengingat lagu tersebut,” ujar Lisa.
Perpaduan Musik dan Cerita Personal
Selain membawakan lagu-lagu warisan Nina Simone, Lisa juga menampilkan sejumlah karya lain yang memperlihatkan karakter vokalnya yang kuat dan ekspresif.
Penonton diajak menikmati lagu “Work Song” dan “Dysfunction” yang dibawakan dengan penuh penghayatan bersama iringan musik Harbourside Jazz.
Sepanjang pertunjukan, Lisa menunjukkan kemampuannya dalam menghidupkan cerita melalui musik, sebuah kualitas yang membuatnya dikenal sebagai penampil yang mampu membangun kedekatan dengan audiens.
Teruskan Tradisi Keluarga Melalui Musik
Di penghujung acara, Lisa menutup penampilannya dengan lagu “Feelin’ Good” yang disambut meriah oleh para penonton.
“Terima kasih sudah datang malam ini. Saya harap kita bisa bertemu lagi dalam waktu dekat. Rasanya luar biasa,” kata Lisa sebelum meninggalkan panggung.
Selain dikenal sebagai penyanyi, Lisa juga melanjutkan tradisi yang diwariskan Nina Simone sebagai seorang “griot”, yakni sosok yang menjaga dan menyampaikan cerita, budaya, serta sejarah melalui seni.
Meski meneruskan warisan tersebut, Lisa membangun identitasnya sendiri melalui gaya bermusik, cara bercerita, dan pendekatan yang berbeda dalam menyampaikan pesan kepada para pendengarnya.












