MOVIE  

Film Badut Gendong Hadirkan Villain Emosional

Avatar photo
Press Release Film Badut Gendong
Press Release Film Badut Gendong

KUTIP.co – Film Badut Gendong tampil dengan pendekatan berbeda melalui perpaduan horor dan drama emosional yang kuat. Kisah Darso dan Darsi menjadi benang merah utama dalam pengembangan cerita film terbaru garapan sutradara Charles Gozali tersebut.

Charles Gozali mengungkapkan, karakter Darso dan Darsi telah dipersiapkan sejak awal pembangunan semesta Kodrat. Keduanya dirancang sebagai sosok antagonis dengan latar emosional mendalam yang nantinya akan berhadapan dengan Ustadz Kodrat setelah trilogi selesai.

“Darso dan Darsi memang disiapkan menjadi lawan Ustadz Kodrat setelah trilogi selesai. Kami ingin menghadirkan villain yang emosional dan berbeda dari sebelumnya,” kata Charles saat konferensi pers di Epicentrum XXI, Jumat, 22 Mei 2026.

Menurut Charles, konflik yang dialami Darso dan Darsi lahir dari luka batin, kehilangan, serta kerasnya perjalanan hidup yang mereka hadapi. Pendekatan tersebut membuat kedua karakter terasa lebih dekat dengan sisi manusiawi dibanding villain horor konvensional.

“Iblis di Kodrat hadir dengan hitam dan putih yang jelas. Sedangkan Darso dan Darsi hadir melalui perasaan dan luka emosional mendalam,” ujarnya.

Ia menambahkan, kekuatan unsur drama dalam film tidak lepas dari pengaruh lingkungan keluarga yang sejak lama berkecimpung di industri perfilman nasional. Charles menyebut dirinya tumbuh dalam tradisi film drama dengan emosi kuat yang populer sejak era 1970-an.

“Kami tumbuh dari tradisi film drama yang kuat sejak kecil. Kerinduan menghadirkan drama sebenarnya sudah lama kami simpan,” katanya.

Emosial dalam di Badut Gendong

Bagi Charles, Badut Gendong menjadi ruang baru untuk memperluas semesta horor dengan pendekatan emosional yang lebih dalam. Unsur drama dimasukkan secara perlahan agar tetap menyatu dengan atmosfer horor yang menjadi identitas utama film tersebut.

“Badut Gendong memberi ruang menghadirkan villain dengan sisi emosional yang kuat. Kami ingin penonton memahami alasan mereka melakukan perlawanan,” ucapnya.

Sementara itu, produser Linda Gozali menilai keterlibatan banyak pihak dalam produksi film menjadi sinyal positif bagi industri perfilman nasional. Ia menyebut jumlah eksekutif produser di film ini lebih besar dibanding proyek sebelumnya.

“Badut Gendong memiliki jumlah eksekutif produser lebih banyak dibanding film sebelumnya. Hal itu menunjukkan industri film Indonesia semakin dipercaya banyak pihak,” ujar Linda.

Linda juga mengapresiasi dukungan produser asal Malaysia yang ikut terlibat dalam pengembangan film tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas negara membuka peluang besar bagi pertumbuhan industri perfilman di kawasan Asia Tenggara.

“Kolaborasi Asia Tenggara bisa menghadirkan banyak manfaat bagi industri perfilman. Kami berharap kerja sama ini terus berkembang pada proyek berikutnya,” katanya.

Film Badut Gendong dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 27 Mei 2026. Film ini dibintangi Marthino Lio, Derby Romero, Clara Bernadeth, Dayinta Melira, serta Iskak Khivano.