KUTIP.co – Grup musik asal Jakarta Barat, D’NAVA turun panggung di ajang Band Academy Indosiar musim pertama.
Tergabung di Grup 1, D’NAVA hanya mampu bertahan hingga babak Top 3.
D’NAVA menjadi grup band yang tereliminasi di Top 3 Grup 1 malam tadi, Rabu (15/4/2026).
Sedangkan band yang lolos ke Top 2 Grup 1 adalah Rahardja Band asal Bandung dan Gloomers Tangerang Selatan.
“Kami berterima kasih banget kepada semua yang telah mendukung D’NAVA,” kata perwakilan usai acara.
Personel D’NAVA kompak tak akan berhenti berkarya setelah turun panggung di Band Academy Indosiar.
“Kita bakal bikin karya lebih bagus lagi. Pesan untuk kakak yang lolos terus semangat dan berkaya yah,” tambah Levika Clariss, sang vokalis D’NAVA.
Pada penampilan D’Nava mengguncang panggung lewat lagu “Terlalu Cinta” dan “Rapsodi”.
Gloomers menghentak dengan lagu “Mencintaimu” dan “Satu Kamu Selamanya Kamu”.
Sementara Rahardja tampil dengan tembang “Jangan Pernah Berubah” dan “Fortune Cookie in Love”.
Juri yang menilai malam tadi yakni Ariyo, Anang, Tantri dan Chua.
Kompetisi Ketat Musim Perdana
Band Academy menjadi ajang unjuk kemampuan grup band lintas daerah yang digelar Indosiar pada musim perdananya.
Kompetisi ini menyaring tiga puluh band ke dalam enam grup, dengan sistem eliminasi bertahap pada tiap malam penampilan.
Dengan format tersebut, hanya juara grup yang berhak melaju ke babak semifinal.
Karena itu, persaingan di Top 3 selalu berlangsung ketat, sebab dua tiket tersisa diperebutkan tiga band yang sama-sama solid.
Penilaian dewan juri mencakup kualitas vokal, kekompakan aransemen, hingga cara band menghidupkan panggung.
Adapun Gloomers dan Rahardja yang lolos akan memperebutkan gelar juara Grup 1 pada laga puncak berikutnya.
Rangkaian malam eliminasi ini disiarkan Indosiar dan dapat diikuti pula melalui layanan streaming Vidio.
Sementara itu, bagi D’NAVA, panggung televisi nasional tetap menjadi etalase berharga meski langkahnya terhenti.
Banyak grup musik Indonesia yang justru menemukan pasarnya setelah tampil di ajang pencarian bakat.
Konsistensi berkarya selepas kompetisi biasanya menjadi penentu keberlanjutan karier sebuah band.
Dukungan penggemar yang terbentuk selama kompetisi juga menjadi modal awal yang penting.
Kiprah D’NAVA selanjutnya pun layak dinanti, sesuai janji para personelnya untuk terus berkarya.
Pemilihan lagu yang tepat kerap menjadi pembeda tipis antara band yang bertahan dan yang tersisih.
Pengalaman semacam ini pun menjadi bekal berharga bagi seluruh personel dalam meniti karier musik selanjutnya.
***
