KUTIP.co – Grup musik ssal Bekasi, For You Hana, turun panggung di ajang Band Academy Indosiar.
Hasil tersebut diumumkan setelah penampilan Grup 1 Top 5 yang berlangsung pada Rabu malam, 8 April 2026.
For You Hana harus mengakhiri langkahnya usai kalah bersaing dengan empat grup musik lainnya.
Pada penampilannya, For You Hana membawakan lagu Panah Asmara dengan aransemen pop rock.
Namun, penampilan tersebut belum mampu mengantarkan mereka bertahan di kompetisi.
Sementara itu, empat grup musik lain berhasil lolos ke babak Top 4 Grup Satu.
Mereka adalah D’Nava asal Jakarta Barat, Faith and Fate dari Tasikmalaya, Gloomers asal Tangerang Selatan, serta Rahardja dari Bandung.
Panggung yang Ketat Sejak Awal
Band Academy Indosiar memang dirancang sebagai kompetisi berlapis. Peserta yang lolos audisi dibagi ke dalam grup-grup berisi band terkurasi dari berbagai kota, seperti terlihat pada pembagian grup Top 30. Dari sana, setiap konser mingguan memangkas satu peserta dengan skor terendah, sehingga tidak ada ruang untuk penampilan setengah matang.
Bagi For You Hana, membawakan Panah Asmara dengan aransemen pop rock adalah pertaruhan yang berani: lagu populer menuntut sentuhan baru yang tetap enak didengar. Sayangnya, malam itu dewan juri menilai pesaing mereka tampil lebih utuh. Sementara itu, perjalanan Grup 1 kemudian mengerucut hingga Gloomers keluar sebagai juara grup dan melaju ke semifinal.
Meski langkahnya terhenti, panggung nasional tetap meninggalkan bekal berharga bagi band asal Bekasi ini: jam terbang siaran langsung, sorotan penonton se-Indonesia, dan katalog aransemen yang bisa mereka bawa pulang ke panggung-panggung berikutnya.
Nama For You Hana sendiri sudah dikenal di skena musik Bekasi sebelum mengikuti ajang ini, dan panggung Band Academy memperluas pendengar mereka ke tingkat nasional. Jalur band memang berbeda dari kompetisi penyanyi solo: penilaian menyangkut kekompakan aransemen, pembagian peran antarpersonel, hingga cara satu grup membangun momen di atas panggung, bukan sekadar kualitas satu suara.
Karena itu, eliminasi di babak grup tidak lantas menutup jalan. Sejarah ajang musik Indonesia mencatat banyak band yang justru menemukan pasarnya setelah kompetisi usai, bermodal nama yang telanjur dikenal penonton televisi. Adapun aransemen-aransemen yang sempat mereka bawakan selama kompetisi kini menjadi modal katalog untuk panggung berikutnya.
Selepas kompetisi, panggung kampus hingga festival musik daerah menjadi ruang paling masuk akal untuk menjaga nama mereka tetap hangat di telinga pendengar barunya.
***
