MUSIC  

CRAVITY Rilis Mini Album sonorous, LOUDER Jadi Lagu Utama

Avatar photo
Sembilan personel CRAVITY berjas hitam memegang piagam duta promosi KOCIS

KUTIP.co – CRAVITY menutup September dengan comeback yang menandai kematangan mereka. Grup sembilan member asuhan Starship Entertainment itu merilis sonorous, mini album kesembilannya, pada 30 September 2026 pukul 18.00 waktu Korea, dengan LOUDER sebagai lagu utama.

Daftar lagunya diumumkan pertengahan September dan memuat tujuh judul: Pulse, LOUDER, Lucky Charm, LOVE ME, Seize The Night, Fantasy, dan Odd One Out. Satu hal yang paling disorot penggemar: nama Wonjin, Allen, Serim, Hyeongjun, dan Taeyoung tercatat ikut menulis lirik LOUDER. Karena itu, comeback ini terasa lebih personal dibanding rilisan-rilisan awal mereka.

Kendali Kreatif yang Makin Besar

Keterlibatan member dalam penulisan lagu adalah penanda fase baru bagi grup generasi keempat. Setelah delapan mini album membangun fondasi, sonorous menjadi ruang bagi CRAVITY untuk menyuarakan warna mereka sendiri — sesuai judulnya yang berarti nyaring dan bergema. Sementara itu, jadwal promosinya disusun rapat: video LOUDER tayang 28 September, disusul foto pratinjau sehari sebelum album meluncur penuh.

Versi fisiknya hadir dalam empat pilihan, termasuk edisi digipack terbatas yang biasanya jadi rebutan kolektor. Pendekatan itu melanjutkan tradisi penjualan album fisik yang tetap kuat di kalangan penggemar boy group, bahkan di era streaming.

Nama CRAVITY sendiri punya rekam jejak yang lebih luas dari panggung musik. Grup ini pernah dipercaya menjadi duta promosi budaya Korea untuk publik mancanegara, posisi yang menunjukkan citra bersih mereka di mata publik Korea. Adapun di jalur musik, persaingan boy group tahun ini memang ketat — deretan rilisan besar terus mengalir, seperti saat album baru ATEEZ memuncaki tangga iTunes di puluhan negara.

Bagi LUVITY Indonesia, sonorous datang sebagai penutup bulan yang sibuk sekaligus jawaban atas penantian sejak rilisan sebelumnya. Bahkan, potongan konsep foto era ini sudah ramai dibagikan di komunitas penggemar lokal sejak masa teaser.

Dengan demikian, 30 September menjadi ujian sederhana bagi CRAVITY: seberapa nyaring LOUDER benar-benar bergema di tangga lagu. Kemudian, jika kendali kreatif ini disambut baik, fase penulisan mandiri mereka hampir pasti berlanjut di album berikutnya.

Bahkan, penempatan Pulse sebagai pembuka sebelum LOUDER menunjukkan album ini dirancang untuk didengarkan berurutan, bukan sekadar kumpulan lagu lepas. Struktur semacam itu makin sering dipakai grup yang ingin karyanya dinikmati utuh dari lagu pertama sampai penutup, dan sonorous jelas menargetkan level pendengaran seserius itu sejak daftar lagunya diumumkan.

***