KUTIP.co – Yesung bersiap membuka babak baru karier solonya. Vokalis utama Super Junior itu merilis singel pra-rilis Winds of Time pada 28 September 2026 pukul 18.00 waktu Korea, sebagai pembuka jalan menuju Where We Are, album penuh solo keduanya yang dijadwalkan meluncur 6 Oktober.
Jarak yang hanya sepekan antara singel dan album menunjukkan strategi yang rapi: Winds of Time bertugas memanaskan suasana, lalu Where We Are datang selagi perbincangan masih hangat. Karena itu, penggemar praktis mendapat dua momen perayaan dalam dua pekan berturut-turut.
Vokal yang Menua dengan Anggun
Di Super Junior, Yesung dikenal sebagai pemilik suara serak-halus yang menjadi tulang punggung balada grup. Warna vokal itulah yang selama ini ia rawat di jalur solo, dari deretan mini album berbahasa Korea sampai rilisan khusus pasar Jepang. Sementara itu, kiprah solonya sudah melewati satu dekade — perjalanan yang belum lama ini ia rayakan lewat rangkaian tur peringatan di sejumlah kota Asia.
Album penuh solo kedua menjadi penanda penting bagi penyanyi seangkatannya. Di usia karier yang matang, pilihan lagu biasanya lebih personal dan tidak lagi dikejar target tangga lagu semata. Judul Where We Are pun mengisyaratkan album yang berbicara tentang posisi hidup saat ini — tema yang cocok dengan pendengar yang tumbuh bersama musiknya sejak era keemasan Super Junior.
Perilisan ini juga menambah panjang barisan vokalis grup generasi kedua yang aktif menyapa lewat proyek solo. Belum lama ini, panggung serupa diramaikan rilisan solo member SHINee, seperti diulas dalam artikel mini album kedua MINHO. Bahkan, para senior ini seakan berlomba membuktikan bahwa usia grup bukan halangan untuk terus produktif.
Bagi ELF Indonesia, kabar ini datang di waktu yang pas. Basis penggemar Super Junior di tanah air termasuk yang paling setia di dunia, dan setiap rilisan solo membernya nyaris selalu disambut seperti comeback grup. Adapun penantian berikutnya jelas: daftar lagu lengkap Where We Are dan kemungkinan promosi yang menyertainya.
Dengan demikian, akhir September milik Yesung untuk memulai cerita — dan awal Oktober menjadi panggung utamanya.
Menariknya, tanggal pra-rilisnya berbagi hari dengan sejumlah comeback besar lain, sehingga 28 September praktis menjadi salah satu hari terpadat di kalender musik Korea bulan ini. Meski begitu, ceruk pendengar balada dewasa yang disasar Yesung relatif aman dari persaingan langsung dengan grup-grup muda yang bermain di ranah dance-pop.
***
