KUTIP.co – Persaingan di ajang talent search, Band Academy Indosiar makin panas dan mulai memasuki fase menegangkan.
Setelah Grup 1 menuntaskan duel sengit, kini giliran peserta Top 5 Grup 2 yang siap unjuk kemampuan demi merebut tiket ke semifinal.
Lima grup musik dengan warna dan karakter berbeda dipastikan naik panggung pada konser penentuan yang akan digelar Rabu, 22 April 2026.
Masing-masing datang membawa harapan besar untuk melangkah lebih jauh di kompetisi ini.
Di babak ini, para peserta bukan hanya berburu status juara grup.
Mereka juga wajib menjauh dari posisi terbawah, karena satu grup dengan skor terendah dipastikan harus turun panggung di akhir acara.
Adapun peserta Top 5 Grup 2 kali ini dihuni nama-nama yang sudah mencuri perhatian sejak awal kompetisi.
Mereka adalah Basic Evolution dari Depok, Blime And His Magical Band mewakili Jakarta, lalu JH Band asal Tulungagung.
Selain itu, ada pula Rutinitas Pagi dari Bandung dan The 20’s yang datang dari Tegal.
Kelima peserta diprediksi tampil habis-habisan demi mencuri hati dewan juri sekaligus meraih dukungan pemirsa di rumah.
Sebab, satu penampilan apik bisa menjadi penentu langkah ke babak berikutnya.
Sebelumnya, dari Grup 1, Gloomers berhasil mengamankan tempat di semifinal usai menundukkan Rahardja Band pada final grup pekan lalu.
Kini sorotan beralih ke Grup 2.
Siapa yang akan menyusul jejak Gloomers menuju semifinal, dan siapa yang harus mengakhiri perjalanan?
Jawabannya akan terungkap dalam konser Rabu, 22 April 2026, yang disiarkan langsung melalui Indosiar dan Vidio.
Format yang Tidak Memberi Ampun
Aturan mainnya sederhana tetapi kejam: juara grup melaju ke semifinal, sementara pemilik skor terendah langsung angkat koper di malam yang sama. Format seperti ini membuat kejutan selalu terbuka, sebab satu pilihan lagu yang keliru bisa menghapus kerja keras berminggu-minggu.
Jejak Grup 1 menjadi pengingatnya: persaingan ketat berakhir dengan Gloomers menjadi juara grup dan Rahardja turun panggung. Adapun dari Grup 2, perjalanan Blime And His Magical Band kemudian juga menemui ujungnya, seperti diulas dalam artikel turun panggungnya Blime. Dengan demikian, peta semifinal perlahan terbentuk dari reruntuhan malam-malam eliminasi ini.
Dari kacamata penonton, konser penentuan semacam ini justru momen terbaik menilai karakter tiap band: pilihan lagu, keberanian aransemen, dan cara mereka menghadapi tekanan siaran langsung. Lima band, satu tiket semifinal, dan satu kursi yang harus dikosongkan — malam yang tidak menyisakan ruang untuk bermain aman.
***
