MOVIE  

Djamin Setia Selamanya: Sinopsis dan Daftar Pemeran

Avatar photo
Potret resmi Letjen Djamin Ginting berseragam dengan latar bendera Merah Putih, ditempatkan di sisi kanan bingkai dengan latar buram dari foto yang sama, dengan nama Djamin Ginting tertulis pada palang di bagian bawah gambar

KUTIP.co – Djamin Setia Selamanya garapan Rako Prijanto tayang di bioskop Indonesia sejak 1 Oktober 2026, mengangkat perjalanan pahlawan nasional Djamin Ginting.

Filmnya mengikuti Djamin sejak masa mudanya di Tanah Karo sampai keterlibatannya dalam perang gerilya di Sumatera Utara.

Ia lahir pada 1921 dan sempat menempuh pendidikan bentukan Belanda sebelum menyadari ketidakadilan sistem kolonial. Setelah itu ia bergabung dengan Gyugun, satuan bentukan Jepang, lalu masuk ke barisan perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Latar waktunya 1945 sampai 1948, periode ketika pertempuran mempertahankan kemerdekaan berlangsung di banyak daerah sekaligus. Wilayah yang disinggung membentang dari Medan Area dan Tanah Karo sampai Langkat dan Aceh, dan salah satu bagian pentingnya adalah peristiwa Karo Lautan Api.

Selain pertempuran, filmnya juga menyorot sisi pribadinya: hubungan dengan orang-orang terdekat dan kisah cintanya.

Hubungan Djamin dengan istrinya, Likas Tarigan, ditempatkan sebagai sumber kekuatan dalam perjuangannya, sehingga bagian rumah tangganya tidak sekadar jadi sisipan di antara adegan perang.

Pemeran Djamin Setia Selamanya

  • Rafi Sudirman sebagai Djamin Ginting
  • Claresta Taufan sebagai Likas
  • Chicco Kurniawan sebagai Kadir Saragih
  • Jourdy Pranata sebagai Selamat Ginting
  • Marcell Darwin sebagai Jacob Waas
  • Unique Priscilla sebagai Tidang Tarigan
  • Teddy Syach sebagai Lantak Ginting
  • Arla Ailani sebagai Sarita
  • Sulthan Hamonangan sebagai Ucok

Pengambilan gambarnya sendiri tidak dilakukan di Sumatera Utara. Seluruh prosesnya berlangsung di Pulau Jawa, meliputi Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, dengan alasan kendala logistik terutama untuk mendatangkan kendaraan antik.

Rafi Sudirman mengaku tidak langsung mengenal tokoh yang ia perankan. “Aku mengerti filmnya, kalau Pak Djamin waktu itu aku belum memahami, jadi rasanya aku harus riset sendiri,” katanya seusai pemutaran film di Jakarta.

Pengakuan itu sendiri menunjukkan persoalan yang coba dijawab filmnya. Nama Djamin Ginting hari ini lebih dikenal sebagai nama jalan utama di Medan daripada sebagai tokoh yang perjalanannya diketahui luas.

Biopik termasuk jalur yang jarang diambil film Indonesia belakangan ini. Dari tiga belas judul lokal yang mengisi bioskop sepanjang Oktober, hanya film ini yang mengangkat tokoh sejarah nyata secara utuh.

Judul lain yang menyentuh sejarah politik Indonesia menyusul akhir bulan lewat Laut Bercerita yang berlatar akhir Orde Baru, meski bentuknya fiksi, bukan biopik.

Jadwal rilis sebulan penuh ada di daftar film Indonesia yang tayang pada Oktober 2026, sementara judul yang sedang mengisi layar terangkum dalam daftar film yang sedang tayang.

Keterangan pemeran dan kutipannya dimuat ANTARA.

***