KUTIP.co – Bapak Paling Jujur garapan sutradara Fajar Nugros dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 15 Oktober 2026.
Ceritanya berpusat pada Jonas Prakoso, calon gubernur yang pandai membangun citra diri. Hidupnya berbalik arah setelah ia terkena kutukan dari neneknya sendiri, dan sejak itu ia kehilangan kemampuan berbohong.
Akibatnya semua yang melintas di kepalanya langsung terucap, termasuk rahasia dan hal-hal yang justru memperkeruh keadaan, dari urusan kampanye sampai kehidupan pribadinya.
Naskahnya bukan cerita asli. Film ini diadaptasi dari film Korea Selatan ‘Honest Candidate’ yang dirilis pada 2020 dan dibuatkan sekuel pada 2022. Film Korea itu sendiri merupakan adaptasi dari film Brasil ‘O Candidato Honesto’ pada 2014.
Komedi politik termasuk jalur yang jarang ditempuh film Indonesia belakangan ini, yang layarnya lebih banyak diisi horor. Premis kutukan yang memaksa seorang politikus berkata jujur menempatkan film ini di persimpangan keduanya: bahan tertawanya datang dari hal yang biasanya disembunyikan.
Jalur adaptasi film ini pun panjang. Versi Brasil lebih dulu beredar pada 2014, Korea Selatan membuatnya ulang pada 2020 dan melanjutkannya dengan sekuel dua tahun kemudian, baru kemudian ceritanya dipindahkan ke lanskap pemilihan kepala daerah di Indonesia. Cerita yang sama ternyata bisa dipindahkan antarnegara tanpa kehilangan bahan tertawanya.
Menurut data Lembaga Sensor Film, durasinya 103 menit dengan klasifikasi usia Remaja 13 Tahun. Temanya dicatat sebagai kutukan nenek untuk berkata jujur, dan genrenya drama komedi.
Pemeran Bapak Paling Jujur
Andovi da Lopez memerankan Jonas Prakoso. Nama-nama lain yang mengisi film ini:
- Claresta Taufan
- Benedictus Siregar
- Soleh Solihun
- Nayla D. Purnama
- Indy Barends
- Lolox dan Cing Abdel
- Jeremy Teti dan David Nurbianto
- TJ Ruth, Akim Bagil, Mr. Keminggris, Rizki M. Firman, Elwina, dan Mieke Shahir
Pemberitaan yang memuat daftar itu tidak merinci peran masing-masing selain tokoh utamanya, sehingga nama perannya tidak dicantumkan di sini.
Fajar Nugros menyebut premisnya berangkat dari satu pertanyaan sederhana. “apa jadinya kalau kita benar-benar nggak bisa menyaring apa yang ingin kita katakan?” ujarnya.
Produsernya, Aoura Lovenson Chandra, berseloroh soal banyaknya adegan yang harus dipilih untuk trailer. “Kalau semuanya dimasukkan, bisa-bisa trailernya lebih panjang dari filmnya,” katanya.
Tanggal tayangnya berbarengan dengan Aplikasi Iblis garapan Dimas Anggara, sehingga pekan ketiga Oktober mempertemukan komedi politik dengan horor di layar yang sama.
Judul yang sedang mengisi bioskop saat ini terangkum dalam daftar film yang sedang tayang, sementara rilis sebulan penuh ada di daftar film Indonesia yang tayang pada Oktober 2026.
Jam tayang dan jumlah layarnya berbeda antara satu jaringan bioskop dengan yang lain, sehingga aplikasi pemesanan tiket tetap menjadi acuan yang paling mutakhir.
Keterangan trailer dan daftar pemerannya dimuat ANTARA.
***




