KUTIP.co – Joshua SEVENTEEN memberi kejutan manis bagi CARAT lewat Baby Come Home, singel digital yang dirilis pada 22 September 2026 pukul 13.00 waktu Korea. Rilisan ini datang nyaris tanpa pemanasan panjang: teaser berupa live clip baru diunggah dua hari sebelumnya, membuat penggemar dibuat sibuk menebak-nebak sampai lagunya benar-benar tiba.
Baby Come Home hadir dalam paket singel digital berisi dua versi, bahasa Inggris dan Mandarin. Pilihan itu terasa pas untuk Joshua, member kelahiran Los Angeles yang memang fasih berbahasa Inggris, sekaligus sinyal keseriusan menggarap pendengar berbahasa Mandarin. Karena itu, satu lagu ini praktis bekerja di dua pasar besar sekaligus.
Gelombang Solo yang Terus Bergulir
Rilisan Joshua melanjutkan pola yang makin terlihat di SEVENTEEN: di sela agenda grup, para member bergantian mencuri panggung lewat proyek pribadi dan unit. Format live clip yang dipilih Joshua pun menegaskan arah materinya — menonjolkan vokal lembut yang selama ini menjadi perannya di lini vokal grup.
Sementara itu, aktivitas ketiga belas member di luar musik juga tidak kalah ramai disorot. Belum lama ini Hoshi mencuri perhatian lewat aksi sosialnya, seperti diulas dalam artikel donasi Hoshi di Zambia, menyusul jejak grup yang rutin beramal, termasuk donasi pendidikan SEVENTEEN untuk pelajar di Laos. Kombinasi karya dan aksi nyata semacam ini yang membuat reputasi grup tetap harum di tahun kesebelas kariernya.
Bagi CARAT Indonesia, kejutan seperti Baby Come Home menjadi pengobat rindu di tengah jeda comeback grup. Bahkan, perbandingan versi Inggris dan Mandarin langsung ramai dibahas di media sosial sejak jam pertama perilisan, lengkap dengan potongan live clip yang berseliweran di linimasa.
Adapun pertanyaan yang kini menggantung: apakah Baby Come Home menjadi pembuka menuju mini album solo Joshua, atau tetap sebagai hadiah tunggal untuk penggemar? Kedua kemungkinan sama-sama terbuka, dan sejarah SEVENTEEN menunjukkan proyek solo member kerap tumbuh menjadi sesuatu yang lebih besar.
Dengan demikian, satu hal bisa dipastikan: gelombang solo SEVENTEEN belum akan surut, dan giliran member berikutnya tinggal menunggu waktu.
Di sisi lain, pemilihan tanggal yang berdekatan dengan deretan comeback besar September justru menguntungkan: rilisan kejutan tidak perlu bersaing di hari yang sama dengan album-album raksasa, tetapi tetap kebagian sorotan dari penggemar yang sedang rajin memantau kabar baru. Strategi senyap yang cerdik, dan sangat khas cara SEVENTEEN memperlakukan proyek personal para membernya selama ini.
***
