TREND  

Profil Diva Aurel, Penyanyi Tabola Bale di Istana Negara 17 Agustus 2025

Avatar photo
Diva Aurel. Foto Tiktok Diva Aurel
Diva Aurel. Foto Tiktok Diva Aurel

Kutip.co – Nama Diva Aurel kini semakin dikenal luas setelah mendapat kehormatan tampil sebagai penyanyi pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI di Istana Negara Jakarta, 17 Agustus 2025.

Diva Aurel adalah penyanyi muda berbakat asal Tanah Datar, Sumatera Barat.

Lahir pada 23 Mei 2005, Diva telah mengenal musik sejak kecil dan aktif mengikuti berbagai festival lagu Minang.

Sejak remaja, ia kerap meraih prestasi melalui ajang festival dan kompetisi seni di daerahnya.

Perjalanan pendidikannya dimulai di SMKN 7 Padang sebelum melanjutkan studi di Program Studi Etnomusikologi, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Kecintaannya pada musik tradisi membawanya bergabung dengan Sanggar Artindas, di mana ia semakin matang sebagai penyanyi muda Minang.

Pada tahun 2024, Diva mengawali kiprahnya di industri musik dengan bergabung bersama Kiki Acoustik dan Minang Timur Production.

Ia kemudian dikenal publik lewat lagu “Tabola Bale”, sebuah karya yang fenomenal dan tren di Tiktok.

Diva berharap generasi muda, khususnya Gen Z, terus mendalami budaya dan musik etnis tanpa kehilangan identitas budayanya.

Ia bertekad melestarikan serta mempromosikan musik Minang agar lebih dikenal masyarakat luas.

Dari Tanah Datar ke Panggung Nasional

Diva Aurel berasal dari Jorong Pabalutan, Nagari Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Berkat kiprahnya, ia dijuluki sebagai salah satu suara Minang yang mendunia karena membawa bahasa dan budaya Minang ke tren digital lintas negara.

Bakatnya terasah sejak usia belia melalui keikutsertaan di beragam festival lagu daerah.

Ia sempat tampil di Makassar International Eight Festival and Forum dengan membawakan lagu-lagu klasik Minang seperti Minangkabau dan Si Nona.

Pengalaman panggung tersebut memperkuat reputasinya sebagai penyanyi muda yang lekat dengan musik tradisi.

Namanya kian melambung setelah lagu Tabola Bale viral di media sosial dan digemari banyak pengguna.

Popularitas lagu itu bahkan membawanya tampil di perayaan kemerdekaan di Istana Negara.

Gaya musiknya yang memadukan tradisi Minang dengan sentuhan modern menjadi ciri khas yang membedakannya dari penyanyi daerah lain.

Lewat pendekatan tersebut, Diva berupaya membuktikan bahwa musik etnis tetap relevan di telinga generasi muda.

Ia pun bertekad terus melestarikan sekaligus mempromosikan musik Minang ke panggung yang lebih luas.

Perjalanan Diva juga menunjukkan bagaimana media sosial mampu mengangkat musik daerah ke perhatian publik yang lebih luas.

Dukungan penggemar terhadap karya berbahasa daerah menjadi salah satu faktor yang mendorong popularitasnya.

Ke depan, ia diharapkan terus menghadirkan karya yang memperkenalkan kekayaan musik Minang kepada khalayak yang lebih luas.

***