Pedagang Pasar Sentral Segera Direlokasi ke Lapak Sementara

Lapak Pedagang Pasar Sentral Bulukumba.(ist)

BULUKUMBA, KUTIP.co Pedagang Pasar Sentral dan Pasar Tanete Bulukumba harus siap direlokasi karena pengerjaan renovasi akan dimulai pada tahun 2023 ini.

 

 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba akan memulai program pembenahan total Pasar Sentral dan Pasar Tanete.

 

 

Program renovasi pasar merupakan program unggulan Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf dan Wakil Bupati Bulukumba, Andi Edy Manaf dalam meningkatkan sirkulasi ekonomi.

 

 

Program renovasi pasar ini akan menggunakan anggaran sebesar Rp. 50 miliar untuk Pasar Sentral dan Rp. 5 miliar untuk Pasar Tanete.

 

 

Di mana anggaran itu diperoleh oleh Pemkab Bulukumba dari dana pinjaman reguler Bank Sulselbar.

 

 

“Saat ini sudah dalam proses realisasi anggaran di Bank Sulselbar,” kata Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DP2KUKM) Bulukumba, Munthasir Nawir, Rabu, 11 Januari 2023.

Baca Juga:   Ini yang Disampaikan Kapolda Sulsel saat Tatap Muka dengan Tomas dan Toga Bulukumba

 

 

Acil sapaan akrab Munthasir Nawir mengungkapkan bahwa Bupati Bulukumba menginginkan agar pengerjaan proyek Pasar Sentral dan Pasar Tanete dipercepat.

 

 

“Pak Bupati minta untuk dipercepat prosesnya, setelah anggaran dari Bank Sulselbar dicairkan maka akan dimulai tender,” kata Acil.

 

 

Acil mengungkapkan bahwa untuk saat ini pihaknya akan memulai tahapan sosialisasi kepada pedagang pasar terkait rencana relokasi pedagang.

 

 

“Jadi tahapannya dimulai dari sosialisasi soal relokasi, jadi dalam sosialisasi ini akan dijelaskan kepada para pedagang soal sistem relokasinya,” katanya.

Baca Juga:   Jadikan Anak Anda Penghafal Al-Qur'an, Sekolah Islam Imam Bukhori Bulukumba Buka Pendaftaran untuk Calon Siswa Baru

 

 

Khusus di Pasar Sentral para pedagang akan direlokasi ke lapak sementara yang telah disiapkan di dalam Terminal Induk Bulukumba.

 

 

Acil menjelaskan bahwa pedagang menempati lapak sementara berdasarkan dagangan.

 

 

“Misalnya pedagang pakaian dan sejenisnya itu akan disatukan dalam blok yang sama, begitu juga dengan pedang basah seperti penjual ikan dan sayuran,” terangnya.

 

 

Selain itu, penentuan lapak di lapak sementara bagi pedagang di tiap blok akan dilakukan secara acak atau diundi.

 

 

“Nanti masing-masing pedagang akan mencabut los secara acak. Jadi tidak ada pedagang yang diistimewakan,” katanya.

 

 

Sementara itu, di Pasar Sentral pada Rabu, 18 Januari 2023, pedagang pasar masih berjualan secara normal.

Baca Juga:   Terpilih Jadi Formatur PP Nasyiatul Aisyiyah, ini Sosok Sumarni Susilawati

 

 

Rahma, salah satu pedagang pasar yang ditemui bahwa dirinya serta teman-teman lainnya belum menerima sosialisasi soal relokasi pasar.

 

 

Kendati demikian, Rahma yang merupakan pedagang sepatu itu mengaku siap jika direlokasi ke pasar alternatif.

 

 

“Mau tidak mau harus siap kalau pemerintah yang minta, tapi saya berharap tempat yang disediakan itu memadai,” kata Rahma.

 

 

Selain direnovasi, Rahma juga berharap agar pemerintah menemukan solusi soal semakin berkurangnya pengunjung di Pasar Sentral.

 

 

“Kan sekarang banyak toko online jadi semakin berkurang yang datang ke pasar, harapnya kalau pasar sudah direnovasi agar pengunjung kembali belanja ke pasar,” tutupnya.

 

(Mad/Rls)