Sosialisasi Desa Cerdas, Kades Tamalanrea Bulukumba Paparkan ‘Desa Tanpa Batas’

Kantor Desa Tamalanrea. (Ist)

BULUKUMBA, KUTIP.co  — Desa Tamalanrea, Kecamatan Bontotiro, menjadi satu dari 20 Lokus Desa Cerdas (Smart Village) Kemendes PDTT, di Kabupaten Bulukumba, Sulsel.

 

Pemerintah Desa (Pemdes) Tamalanrea, telah menggelar sosialisasi awal Program Desa Cerdas, Senin (19/12/2022).

 

Program ini disambut baik oleh tokoh masyarakat dan beberapa pemangku kepentingan di Desa Tamalanrea.

 

Prinsip program yang Button Up atau berasal dari kebutuhan masyarakat, sangat sejalan visi misi Kades Tamalanrea, Ahmad Basrang.

 

Salah satunya, yakni dengan mewujudkan ‘Desa Tanpa Batas’.

Baca Juga:   Sukses Adalah Sebuah Perjalanan, Bukan Tujuan Akhir - Zig Ziglar

 

“Desa Tanpa Batas ini bermakna bahwa, potensi kita di Tamalanrea bisa keluar dipasarkan. Tidak ada yang membatasi, bangsa untuk bangsa,” kata Ahmad Basrang.

 

Olehnya itu, berharap program ini segera berjalan dan ia berharap akan ada aplikasi yang lahir dan mencakup semua kegiatan di desa.

 

“Desa Tamalanrea Tanpa Batas ini kita harap juga akan ada aplikasinya, sehingga bisa memudahkan masyarakat dalam mengurus berbagai layanan dasar,” lanjutnya.

 

Olehnya itu, ia mengajak seluruh stake holder termasuk masyarakat untuk menyukseskan program ini.

Baca Juga:   Diminta Maju di Pilkada Bulukumba, Andi Ungko: tak Harus Calon Bupati

 

Basrang juga menyampaikan beberapa potensi desanya, seperti di sektor pertanian dan UMKM jagung marning.

 

Pemateri Sosialisasi Desa Cerdas, Siti Khadijah Budiwan, mengapresiasi Ahmad Basrang.

 

Menurut Khadijah, pemikiran Ahmad Basrang sangatlah visioner.

 

“Sangat luar biasa Pak Desa. Kami yakin, Desa Tamalanrea akan jauh lebih baik. Tapi tentunya ini harus didukung oleh semua pihak, termasuk juga kolaborasi dari masyarakat,” kata Khadijah.

 

“Karena pak desa tidak bisa bekerja sendirian,” pungkasnya.

 

Ada beberapa masukan dari warga dalam kegiatan sosialisasi ini, diantaranya diharapkan lahir program untuk pengembangan pertanian dan juga pendidikan.

Baca Juga:   Setelah Rapat Paripurna DPRD Mendengar Jawaban Bupati, Ranperda APBD-P Bulukumba 2022 Mulai Dibahas