News  

Pajak Kendaraan Digelapkan, Keluarga Korban Sebut Samsat Bulukumba Lalai

Farman Maulana, keluarga salah satu korban penggelapan pajak kendaraan. Foto/Kutip

BULUKUMBA, KUTIP.CO- Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Bulukumba dianggap lalai oleh salah satu korban penggelapan pajak kendaraan yang dilakukan oleh JS, salah satu Cleaning Service yang bertugas di Samsat.

Salah satu keluarga korban penggelapan pajak kendaraan tersebut mengatakan bahwa Samsat Bulukumba tetap harus bertanggung jawab atas kelalaian dan pembiaran yang di lakukan salasatu pegawainya.

Bahkan kata dia, masyarakat juga tidak ada urusan dengan laporan yang di layangkan ke Polres Bulukumba terhadap JS yang saat ini dikabarkan bahwa sudah dipecat oleh pihak Samsat.

Baca Juga:   Kasus Penggelapan Pajak Kendaraan Masih jadi Misteri, Keluarga Korban Nilai Polisi Lamban

” Harusnya itu urusannya Samsat dengan ibu JS, sementara pihak korban hanya meminta uang kembali beserta surat-surat kendaraan seperti BPKB dan STNK yang sebelumnya telah di stor di samsat “, ungkap Farman Maulana kepada Kutip.co Sabtu, 2/10/2021.

Ditambahkan Pria kelahiran Desa Anrang tersebut, bahwa pihak Samsat tidak boleh cuci tangan pasca munculnya kelakuan anggotanya yang menggelapkan pajak ratusan juta itu. Sebab kata dia, Samsat selama ini terlalu memberikan keleluasaan terhadap JS untuk ikut mengurus pajak kendaraan di Samsat.

” Sesuai yang dikatakan Kanit Regident Samsat Bulukumba, dia kan hanya seorang Cleaning Service, tapi kok leluasa mengurus pajak kendaraan warga yang nilainya sampai ratusan juta “, cetus dia.

Baca Juga:   Ranperda APBD Bulukumba 2024 Ditetapkan Hari ini, Rapat Banggar-TAPD Tembus Pagi

Untuk diketahui, sampai saat ini kata dia, pihaknya sementara mengumpulkan data-data korban, termasuk jumlah uang yg di stor, setelah ini rampung dirinya beserta para korban akan datang ke Samsat untuk menagih apa yang telah di gelapkan oleh anggotanya. Agar para korban dapat terkordinir, Farman meminta kepada yang merasa korban agar dapat menyampaikan ke dirinya, biar kedepan bisa satu komando untuk mengusut kasus kejatahan yang telah terjadi di Samsat Bulukumba.