Travel  

Siri’ Na Pacce, Pemicu Awal Hadirnya Wisata Lembah Biru di Desa Palambarae

Andi Umar Kades Palambarae sekaligus pemilik wisata Lembah Biru. Foto/Kutip

BULUKUMBA,KUTIP.CO- Siri’ Na Pacce. Secara lafdzhiyah Siri’ berarti Rasa Malu (harga diri), sedangkan Pacce atau dalam bahasa Bugis disebut Pesse yang berarti Pedih/Pedas (Keras, Kokoh pendirian).

Hal tersebutlah yang membuat seorang pengusaha asal Desa Bontosunggu, Kecamatan Gantarang yang berhijrah ke Desa Palambarae usai menemukan perempuan dambaannya di Desa Palambarae ini untuk berjuang keras agar mimpinya membangun permandian di Desa hijrahnya itu dapat terwujud.

Andi Umar Siklan namanya, seorang yang awalnya hanya anak jalanan yang terus berusaha demi mengubah nasibnya hingga kini menjabat sebagai Kepala Desa Palambarae sampai dengan mempunyai usaha permandian di Desa yang dia pimpin selama 2 periode.

Dikatakan Umar, awalnya wisata Lembah Biru ini rencananya akan dibangun dengan menggunakan dana Desa, bahkan sempat dirinya umumkan di lapangan Bicari saat Idul Fitri 2017 lalu terkait rencana pembangunan wisata tersebut. Hanya saja kata Umar, warganya tidak setuju lantaran ada beberapa warga bahkan BPD menolak rencana tersebut.

Karena Umar tidak mau malu usai dirinya umumkan rencana pembangunan wisata Lembah Biru itu, diapun mengambil inisiatif untuk melanjutkan rencananya dengan menggunakan dana pribadi hasil dari jual tanah, jual gudang hingga gadaikan SK istrinya di Bank BPD dan beberapa pinjaman dari orang.

Baca Juga:   Polres Bulukumba Resmikan Kampung Tangguh Bebas Narkoba

Sebelum memulai semua itu kata Umar, dia terlebih dahulu meminta petunjuk kepada Allah SWT dengan melakukan Sholat Tahajjud selama 4 kali malam Jum’at.

” Karena Masyarakat dan BPD menolak rencana saya, akhirnya saya berfikir untuk membangun dengan dana pribadi, meskipun aset harus melayang”, ungkap Umar saat ditemui di permandian Lembah Biru. Minggu, 19/9/2021.

Baginya kata dia, ia tak ingin malu dengan perkataan yang sudah dia umumkan. Meskipun dia dalam kondisi susah sekalipun. Bahkan dia juga sempat mendapat cemoohan dari warga, dan menganggap bahwa Umar ini sedang bermimpi bangun Wisata tempat yang jauh dari perkampungan.

Baca Juga:   Legislator Provinsi Sulsel Puji Inovasi Kades Palambarae

” Saya sempat dieejek oleh warga, bahkan beberapa mengatai bahwa saya sedang bermimpi mau dikata, mau pencitraan apa segala macam”, ucapnya sembari tersenyum mengenang masa diawal merintis usaha permandiannya itu.

Umar juga menjelaskan terkait sejarah penamaan dari usaha permandian yang dirintisnya itu, dia mengatakan bahwa nama Lembah Biru itu berawal dari mimpinya.

” Jadi itu saya ambil nama Lembah Biru berawal dari saat saya mimpi. Waktu itu saya mimpikan lokasi ini dipenuhi dengan lautan biru manusia, kemudian respek saya bangunkan istri kemudian saya tanya dia bahwa kalau kamu masih mau lihat saya jadi kepala desa di Palambarae, maka kamu harus dukung saya buat wisata ini. Karena saya tidak enak sama masyarakat kalau ini tidak jadi”, lanjut Umar mengisahkan.

Baca Juga:   Selain Isi Ceramah, UAS Juga Berlibur di Bira Bulukumba

Akhirnya kata Umar, sedikit demi sedikit dananya sudah terkumpul sehingga dirinya mulai pembangunan pada akhir tahun 2017 dan selesai di tahun 2019, kemudian mulai beroperasi pada Desember 2019.

” Alhamdulillah berkat dana yang terkumpul itu saya gunakan untuk membangun, dan saat ini hasilnya seperti yang bisa kita saksikan sekarang. Tentunya itu tidak lepas dari dukungan Istri dan keluarga”, jelasnya.