News  

Soraya Widyasari Bicara Regulasi Anak di Bulukumba: Ranperda Dibahas 2023

Legislator Andi Soraya Widyasari bersama anak-anak di Bulukumba. (Foto: FB/Andi Soraya Widyasari).

BULUKUMBA, KUTIP.co Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Bulukumba Andi Soraya Widyasari angkat bicara menanggapi harapan anak yang menginginkan adanya regulasi yang kuat.

Legislator PKB itu, mengaku mengapresiasi pikiran kritis dari salah satu pelapor dan pelopor KIA di Bulukumba, Ananda Ratu Azzahrah

“Tentu harapan Ananda Ratu Azzarah menjadi harapan kita bersama,” kata Soraya Widyasari kepada KUTIP.co, Sabtu (23/7/2022).

Soraya menerangkan salah satu upaya yang dilakukan dalam mewujudkannya, melalui usulan inisiatif dengan mendorong Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan dan Anak di DPRD Kab. Bulukumba.

Baca Juga:   Kepala OPD Tak Hadir, RDP Lintas Komisi di DPRD Bulukumba Diskors

“Naskah Akademiknya sudah kami dorong masuk dalam list Ranperda yang akan dibahas di tahun 2023 melalui Bapemperda. Semoga segala niat baik ini mendapat kemudahan dan kelancaran,” katanya.

Sebelumnya, salah satu pelopor dan pelapor KIA di Bulukumba, Ananda Ratu Azzarah angkat bicara di momen peringatan Hari Anak Nasional. Ia berharap adanya regulasi yang kuat untuk pemenuhan anak.

“Adanya regulasi yang kuat terkait larangan pernikahan usia anak dan hukuman bagi pelaku kekerasan maupun pelecehan seksual, wajib belajar 12 tahun dan meratanya pendidikan bagi setiap anak,” katanya.

Baca Juga:   Buntut Pemukulan IRT oleh Debt Collector, DPRD Bulukumba Bakal Panggil Perusahaan Finance

Ia berpandangan bahwa hak anak merupakan bagian dari hak asasi manusia yang wajib dijamin, dilindungi dan dipenuhi oleh orang tua, masyarakat, pemerintah dan negara.

“Seluruh aspek yang terlibat sudah seharusnya hadir dalam pemenuhan hak bagi anak-anak khususnya anak di Kabupaten Bulukumba, baik itu dari segi pemenuhan hak identitas (akta kelahiran dan KIA),” ujar anak yang pernah mendapat piagam penghargaan dari Disdukcapil Bulukumba.

Kemudian katanya lagi, adanya layanan fasilitas kesehatan yang ramah anak, serta diberikannya ruang bagi setiap anak khususnya anak disabilitas untuk turut aktif pada proses perencanaan pembangunan.

Baca Juga:   Kesra Makassar Latih 1.500 Remaja Mesjid Buat Program Inovatif

“Saya berharap dengan adanya sinergi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, media dan forum anak kedepannya mampu menjadi langkah dalam mewujudkan ‘Kota Layak Anak’ khususnya bagi anak Bulukumba,” jelas Ratu, yang kini lolos mewakili Provinsi Sulsel pada Jambore Nasional Generasi Hijau (JNGH) di Balikpapan, Kaltim, Oktober mendatang.