News  

Suami Bunuh Istri dan Anaknya Lalu Gantung Diri, Gegerkan warga di Bulukumpa

Suami (pelaku) saat dievakuasi warga setelah gantung diri. (Dok Ist)

BULUKUMBA, KUTIP.co -Beredar gambar yang memperlihatkan 3 mayat berbaring di ruang tengah rumah di Ballang Riri desa Bontominasa, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Kabar tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Bulukumpa, AKP Asri Saad melalui laporan tertulisnya yang dilayangkan untuk Kapolres Bulukumba.

AKP Asri Saad menceritakan kronologi dari kejadian tersebut, bahwa pada sekitar Pukul 03.30 Wita saksi Nurwana (anak pelaku) mendengar suara teriakan dari dalam kamar orang tuanya, kemudian saksi langsung mendobrak pintuk kamar tersebut dan melihat korban (ibu dan kakak kandungnya) sudah tergeletak dalam keadaan bersimbah darah.

lalu Nirwana merebut tombak dari tangan pelaku (bapak kandungnya) selanjutnya lari keluar dari dalam rumah minta tolong kepada Muh. Jufri dan warga sekitar.

Sementara kata Kapolsek Bulukumpa itu, pihaknya berada di lokasi sejak pukul 06.00 pagi tadi setelah mendapati laporan. Selasa, 17 Mei 2022.

Baca Juga:   Hanya 3 Minggu Bergerak, KMB Berkurban 8 Ekor Sapi di Bulukumba

Setiba dilokasi, Lanjut AKP Asri Saad. Anggota Polsek Bulukumpa bersama warga sekitar langsung mendobrak pintu kamar pelaku dan menemukan pelaku.

“Setelah pintu didobrak, ditemukan pelaku meninggal dunia setelah dia gantung diri, sementara korban terbaring di atas tempat tidur dalam keadaan bersimbah darah dan sudah meninggal dunia,” katanya.

Dilanjutkannya, bahwa untuk identitas korban sendiri, yang pertama adalah Muliati Binti Nongko (50) yang merupakan istri sendiri, kemudian korban kedua adalah Anti Binti Sanuddin (30) anak kandung pelaku.

Sedangkan pelaku adalah Sanuddin Binti Kr. Bocoa (53) yang merupakan suami sah dan bapak kandung dari korban.

Baca Juga:   Setelah Libur Lebaran, Kejaksaan Bakal Telusuri Program BSPS di Bulukumba

Dijelaskan AKP Asri, bahwa pelaku berdasarkan keterangan dari warga sekitar, pelaku mengalami gangguan jiwa sudah 10 tahun

“Keterangan warga dia ODGJ, sudah 3 hari kehabisan obat penenang.” Tutupnya.