Bira Buat Rekor Kunjungan Terbanyak Sepanjang Masa

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sandiaga Uno, mengunggah foto keindahan matahari terbit (Sunrise) di Pantai Tanjung Bira, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan. Foto Instagram @sandiuno

BULUKUMBA, KUTIP.co – Objek wisata Pantai Tanjung Bira Kabupaten Bulukumba pecahkan rekor kunjungan terbanyak pada libur lebaran Idul Fitri 1443H atau 2022.

Bahkan rekor kunjungan wisatawan ini menjadi terbanyak sepanjang masa.

Menurut Kadis Pariwisata dan Olahraga Bulukumba, HM Daud Kahal, pengunjung Pantai Bira sudah mencapai 60 ribu.

“Berdasarkan data kami sudah 55 ribu atau mungkin 60 ribuan di sini. Jadi ini adalah rekor tertinggi pengunjung di Tanjung Bira semenjak terkenal Bira,” papar Daud Kahal saat ditemui di sela pemantauan di Pantai Bira, Minggu 8 Mei 2022.

Baca Juga:   Viral, Pengunjung Pasar Malam di Bulukumba Terlibat Perkelahian 

Pihak Dinas Pariwisata pun merencanakan usulan penambahan destinasi wisata baru di Bulukumba.

Selain itu pihaknya juga akan memaksimalkan sarana dan prasaran pendukung.

“Saya pikir penambahan destinasi harus dilakukan karena kapan tidak dilakukan maka tidak akan menjadi sesuatu yang menarik bagi wisatawan apabila cuma itu-itu saja,” katanya.

Lebih jauh Daud jelaskan rencana pilihan destinasi wisata gunung di Kabupaten Bulukumba.

“Untuk lebih menambah variasi dan daya tarik wisatawan mungkin di tempat lain yang menjadi bagian daripada objek wisata yang dikelola pemerintah daerah itu juga harus dikembangkan. Objek wisata gunung juga semua akan coba kami rancang sehingga ke depan para wisatawan banyak memiliki pilihan,” ungkapnya

Baca Juga:   Selain Bira, ini Tempat Wisata yang Menarik Dikunjungi di Bulukumba

Pihaknya berupaya memberikan yang terbaik untuk Bulukumba dalam hal pariwisata agar mampu menarik perhatian wisatawan dan akan menguntungkan daerah.

“Pariwisata itu menjanjikan kesejahteraan kepada masyarakat, harapan kita tentu hal-hal yang menjadi kekurangan akan kita perbaiki. Kita akan mengevaluasi dan mencoba untuk membuat program yang bisa mengantisipasi apa yang menjadi kekurangan selama ini. Kita juga berupaya meningkatkan layanan dan produk pariwisata,” jelas Daud di akhir wawancara. (Asih Meilani)