Bisnis  

Survei Pi Network di Twitter, Sebagian Pioneer Ingin Open Mainnet

Mata uang digital Pi Network

Jakarta, Kutip.co – Mata uang digital Pi Network belum lama ini mengunggah postingan yang kurang lebih untuk mendapatkan hasil survei dari warganet.

Akun Core Team Pi menanyakan keoada Pioneer terkait kisah mereka menerima barang atau jaa dari transaksi Pi.

Tak cuma Pioneer, mereka juga menanyakan kisah pebisnis yang menerima pembayaran Pi.

“Apakah Anda seorang Pionir dan pemilik bisnis yang menerima Pi untuk barang atau jasa Anda?” tulisnya.

Menjawab apa ditanyakan CT lewat akun resmi di Twitter, sebagian Pioneer menginginkan open mainnet.

Baca Juga:   Pi Network Daftarkan Logo Trademark ke USPTO di AS

“Saya menunggu mainnet terbuka untuk menerima pi,” tulis akun @WayanKariada.

Dalam postingan Pi Netork itu beberapa toko juga mengunggah foto usaha mereka yang menerima pembayaran Pi Network.

Seperti toko alat pembuat jus yang dijual dengan mata uang digital Pi di Arab Saudi.

“Di Arab Saudi, selamat kepada Mayor Naveen Nagarajan karena telah membayar 0,0011 Pi untuk sebuah pembuat jus dengan harga 135 Riyal Saudi, setara dengan 36 USD,” tulis akun @mstor168.

Baca Juga:   Apa itu Pioneer Pi Network yang trending di Twitter Hari Ini

Penggunaan Pi di negara Vietnam malah tidak berjalan mulus seperti di negara lain.

“Di Vietnam đŸ‡»â‚Ź, kami mengalami kesulitan dengan masalah hukum untuk mata uang kripto, menggunakan Pi sebagai metode pembayaran adalah melanggar hukum, namun masih banyak pionir dan bisnis yang menerima harga tersebut,” tulis sebuah akun di Twitter.

Untuk lolos dari masalah hukum para Pioneer harus menggunakan kata-kata konsensus atau pertukaran.

“Untuk menilai Pi dengan cara lain, mereka menggunakan kata-kata seperti “konsensus”, “pertukaran”… untuk menghindari hukum,” tambahnya. ***